Duo Batam
Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan
sumber daya alamnya. Memiliki beragam suku dan budaya serta bahasa yang
tersebar dari sabang sampai merauke. Meskipun demikian, persatuan Indonesia
sangat kokok. Hal ini merupakan perwujudan dari
salah satu pilar kebangsaan Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika. Saat ini, Indonesia
memiliki tiga puluh empat provinsi yang mana baru menjadi provinsi adalah
Kalimantan Utara. Setiap provinsi memiliki kekayaan sumber daya alamnya masing-masing, seperti provinsi Kepulauan Bangka
Belitung. Bangka Belitung merupakan provinsi yang sangat strategis letaknya.
Terletak diantara dua selat, yaitu selat Bangka dan selat Karimata.
Tidak memiliki gunung yang aktif
maupun yang tidak aktif dan pulaunya dikelilingi oleh perbukitan dan pantai. Hal ini membuat
Bangka Belitung termasuk daerah yang paling aman di Indonesia. Tidak pernah
terkena bencana seperti banjir, gempa, dan lain-lain. Indonesia termasuk negara
penghasil timah terbesar di dunia. Hal ini membuat provinsi Kepulauan Bangka
Belitung menjadi perhatian dunia karena sektor tambangnya. Ditambah lagi dengan
hasil perkebunannya, salah satunya
adalah lada. Lada Bangka
Belitung sangat terkenal di pasar dunia. Bagi negara-negara di daerah eropa, lada
sangat dibutuhkan sebagai penghangat tubuh karena setiap tahunnya daerah mereka
mengalami musim dingin dan salju. Oleh karena itu, Indonesia juga termasuk negara
pengekspor lada terbesar di dunia. Tidak hanya itu, Bangka Belitung juga memiliki
banyak pantai dan daerah wisata lainnya. Sehingga salah satu sumber penghasilan
utamanya adalah sektor wisata. Dari sektor perikanan, Bangka Belitung merupakan
daerah kepulauan yang melimpah akan hasil lautnya. Dari sektor sosial, seni,
dan budaya, Bangka Belitung dikenal akan sifat gotong royong, kesenian Gambus
dan batik cual serta adat nganggung untuk peringatan-peringatan hari besar
seperti Maulid Nabi. Pertumbuhan ekonomi daerahnya juga sangat
pesat, sehingga tidak mengherakan jika banyak penduduk dari luar pulau Bangka
Belitung yang transmigrasi ke Bangka Belitung untuk memperbaiki keadaan ekonomi
mereka.
Namun, saat ini perekonomian Bangka Belitung sedang
terpuruk karena pengaruh dari sektor tambang dan pertaniannya. Kondisi
pertambangan di Bangka Belitung kembali terpukul akibat harga jual logam timah
yang rendah dan lapangan usaha pertanian yang biasanya menjadi penyeimbang
perekonomian berkurang, kondisinya pun tidak jauh berbeda karena harga jual
hasil pertanian yaitu CPO dan karet mengalami penurunan, berdampak pada
melemahnya hampir seluruh lapangan usaha. Saat ini, timah di Bangka Belitung sudah hampir habis. Timah merupakan sumber daya alam
yang tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu, kita tidak dapat bergantung
selamanya dengan timah. Kita harus beralih sedini mungkin dari sektor tambang
ke sektor lainnya agar penghasilan utama Bangka Belitung tetap ada. Jika
dibiarkan, maka akan berpengaruh terhadap sektor-sektor lainnya, terutama
sektor perekonomian. Saat ini, perekonomian Bangka
Belitung sudah mulai melemah bahkan hampir tertidur. Pasar tradisonal dan swalayan
mulai sepi. Perusahaan-perusahaan dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) mulai
berkurang pendapatannya bahkan berisiko merugi. Penduduk setempat banyak yang
mengeluh karena kecilnya pendapatan mereka saat ini. Contohnya sekarang ini,
keluhan dari pedagang martabak manis di jalan Sungai Selan, Pangkalpinang yang
mengatakan akhir-akhir ini dagangannya sangat sepi. Biasanya bisa menjual 50
kotak dalam sehari dengan menghabiskan 5 kg adonan gandum, tapi saat ini yang
terjual hanya sedikit. Dari 5 kg adonan gandum yang biasanya disiapkan tidak
habis sama sekali dan hal ini dapat menyebabkan kerugian yang berisiko gulung
tikar. Jika semua masalah ini tidak segera di tanggapi oleh pemerintah provinsi
kepulauan Bangka Belitung, kemungkinan Bangka Belitung akan menjadi sasaran
empuk bagi pelaku ekonomi Negara ASEAN lainnya. Karena beberapa bulan ke depan
Indonesia akan menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Walaupun belum pasti
akan sampai ke Bangka Belitung beberapa bulan atau beberapa tahun lagi.
Dalam persiapan mengadapi
MEA, Bangka Belitung hanya akan ditawarkan oleh dua pilihan saja. Apakah akan
berperan sebagai pemain atau penonton. Melihat prospek yang dimiliki oleh Bangka Belitung ke depannya, provinsi ini memiliki potensi sumber daya
alam yang sangat banyak. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang baik
akan mempertahankan sumber penghasilan utama provinsi ini. Dan juga, secara
tidak langsung kita telah menjaga dan melestarikan tempat tinggal kita. Adanya
perlindungan dan penguatan terhadap UMKM juga akan membantu untuk menunjang
perekonomian Bangka Belitung. Hal ini perlu dilakukan karena UMKM mampu
menyerap tenaga kerja yang begitu banyak. Pada tahun 2014, terdapat 23.876 UMKM
di Kota Pangkalpinang yang dapat menyerap 58.487 tenaga kerja. Belum lagi
ditambah dengan daerah-daerah lainnya, seperti Muntok, Belinyu, Koba, dan
Toboali. Ditambah lagi dengan sektor wisatanya, pantai-pantai yang ada di Bangka
Belitung tidak kalah saingnya dengan pantai-pantai yang ada di Bali. Saat ini, pengembangan
sektor wisata juga menjadi konsentrasi pemerintah Bangka Belitung. Hal ini bertujuan
untuk menambah pendapatan daerah guna pembangunan daerah kedepannya. Sebaliknya,
jika kita hanya berperan sebagai penonton saja, maka tidak menutup kemungkinan
bahwa perekonomian Bangka Belitung akan diserang habis-habisan pada era MEA
mendatang. Pendapatan penduduk setempat akan terancam berkurang oleh persaingan
dengan masyarakat ASEAN lainnya. Contoh sederhananya saja, saat ini kegiatan
perdagangan di kawasan alun-alun taman merdeka banyak dikuasai oleh orang jawa,
padang, madura, dan sebagainya. Sedikit sekali orang Bangka Belitung yang
menjadi pelaku ekonomi di sana. Jika dengan sesama saudara yang masih satu
negara saja tidak bisa bersaing, bagaimana MEA nantinya yang akan menghadapi
banyak orang asing untuk berdagang di Bangka Belitung. Jika perekonomian Bangka Belitung sampai
berhasil dikuasai oleh masyarakat asing, maka dapat diperkirakan provinsi yang
aman dan damai ini nantinya akan menjadi cabang pasar tunggal di Indonesia. Bangka Belitung akan semakin jauh dari kemakmuran dan kesejahteraan
karena masyarakatnya tidak lagi sejahtera. Tidak akan ada lagi hutan belantara
termasuk fauna di dalamnya. Yang terlihat hanyalah rumah-rumah mewah,
gedung-gedung bertingkat, pabrik, dan kawasan pergudangan, sehingga bisa saja Bangka
Belitung akan menjadi seperti
provinsi Batam nantinya.
Batam merupakan
salah satu provinsi di Indonesia yang sangat dekat sekali dengan Singapura dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Memiliki jumlah penduduk dan
bangunan yang sangat padat. Sehingga tidak mengherankan jika Batam
menjadi pusat perdagangan bagi negara-negara jiran untuk mengimpor barangnya ke
Indonesia. Meskipun Batam juga termasuk daerah yang pertumbuhan ekonominya
sangat pesat, namun provinsi ini tidak aman lagi dan sangat tinggi sekali angka
kriminalitasnya. Pada tahun 2014 angka kriminalitas di Batam mencapai 3.526 kasus. Oleh karena itu, sering sekali terjadi kasus kejahatan seperti
perdagangan barang ilegal, pengeludupan narkoba, human traficking, dan
sebagainya. Semua hal tersebut mungkin akan terjadi juga di Bangka Belitung,
jika pemerintah dan masyarakat setempat tidak bersinergi untuk bersama-sama
membangun dan menjaga daerah ini. Saat ini saja keadaan geografis di Bangka
belitung sangat parah sekali. Hal ini karena kegiatan penambangan timah yang
menyisakan daratan yang berlubang yang membentuk seperti danau. Apalagi
ditambah dengan jumlah penduduknya yang semakin padat sehingga menunjang pembangunan
yang tidak merata. Saat ini saja jumlah penduduk di Bangka Belitung telah
mencapai 1.372.813 jiwa. Jika
Batam tidak memungkinkan lagi menjadi tempat untuk menyimpan barang atau
kawasan pergudangan bagi pelaku ekonomi di Indonesia dan negara-negara asing
lainnya, maka tidak menutup kemungkinan mereka yang demikian akan pindah ke
Bangka Belitung dan memanfaatkan provinsi ini sebagai kawasan pergudangan
selanjutnya.
Sebelum semua itu terjadi, diperlukan kebijakan dan peran
dari pemerintah, instansi atau lembaga, dan seluruh masyarakat di Bangka Belitung
untuk menjaga dan menstabilkan keadaan daerah ini. Banyak hal yang dapat dilakukan
untuk menyelamatkan daerah ini dari keterpurukan. Pertama, pengelolaan bekas
galian timah menjadi kawasan tambak ikan air tawar atau dijadikan kawasan
perkebunan jagung. Hal ini sejalan dengan apa yang diprogramkan oleh pemerintah
Indonesia saat ini, yaitu program swasembada bahan pangan seperti beras,
kedelai, dan jagung. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kebiasaan kita yang
selalu bergantungan terhadap impor bahan pangan. Kedua, pengembangan dan
perlindungan UMKM agar bisa mendominasi di kalangan masyarakat Bangka Belitung.
Ketiga, Menggalahkan gerakan berwirausaha untuk satu keluarga satu usaha. Agar mental
semua masyarakat untuk berwirausaha bisa terbentuk sehingga siap untuk bersaing,
baik itu dengan orang pribumi maupun dengan orang pendatang. Keempat, Meningkatkan
kegiatan ekspor produk daerah agar dapat memberikan surplus yang besar untuk
negara ini. Sehingga produk kita dapat terbiasa bersaing dengan produk asing.
Sebelum itu, kita semua harus merubah pola pikir kita dahulu dari yang
sebelumnya konsumtif menjadi produktif. Agar kita tidak terus bergantung dengan
produk impor. Kelima, Memperketat pertahanan dan keamanan daerah ini melalui
kerjasama dengan aparat TNI serta menstabilkan kegiatan politik saat ini. Keenam,
Mengutamakan dan memanfaatkan SDM di daerah sendiri daripada SDM di daerah
luar, agar perusahaan-perusahaan di Bangka Belitung tidak sepenuhnya dikuasai
oleh orang-orang asing. Ketujuh, Menolak gaya hidup dan kebudayaan masyarakat
asing yang berpotensi untuk merusak moral masyarakat pribumi. Kalaupun kita
ingin menerimanya, kita harus menyaringnya terlebih dahulu. Jangan diterima
langsung dengan begitu saja. Kedelapan, Sebagai mahasiswa atau pun sarjana,
diharuskan untuk memiliki jiwa wirausaha didalam dirinya. Tidak harus yang
membidangi ekonomi, tetapi yang membidangi ilmu lainnya juga turut berperan
untuk membangun perekonomian daerah ini. Hal ini dapat dimulai dari merubah
pola pikir yang sebelumnya berniat untuk melamar kerja menjadi membuka lapangan
pekerjaan untuk orang lain. Agar jumlah pengangguran di Bangka Belitung bisa
berkurang. Karena pada dasarnya manusia itu adalah pelaku ekonomi, sebab hidup
ini tidak terlepas dari ekonomi. Mulai dari dilahirkan sampai menuju liang
lahat, kita selalu dikaitkan dengan ekonomi. Jadi, untuk menyelamatkan provinsi
ini dari keterpurukan dan tidak menjadi bernasib sama dengan provinsi Batam
nantinya, diperlukan kesadaran dan
tindakan yang penuh dari masyarakatnya dulu. Sebab suatu daerah tidak akan
maju, jika masyarakatnya sendiri tidak ingin maju. Oleh karena itu, mari kita
bersama-sama membangun provinsi Kepulauan Bangka Belitung menuju Masyarakat
Ekonomi ASEAN yang penuh dengan harapan. Harapan untuk mensejahterakan daerah
ini pada khususnya dan negara ASEAN pada umumnya. Karena apabila dikerjakan bersama-sama
akan terasa lebih ringan. Semoga apa yang disampaikan dapat menjadi motivasi
bagi kita semua untuk memacu diri menuju perubahan yang besar bagi provinsi
Kepulauan Bangka Belitung.