Senin, 07 Desember 2015



Duo Batam
Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan sumber daya alamnya. Memiliki beragam suku dan budaya serta bahasa yang tersebar dari sabang sampai merauke. Meskipun demikian, persatuan Indonesia sangat kokok. Hal ini merupakan perwujudan dari salah satu pilar kebangsaan Indonesia, yaitu Bhineka Tunggal Ika. Saat ini, Indonesia memiliki tiga puluh empat provinsi yang mana baru menjadi provinsi adalah Kalimantan Utara. Setiap provinsi memiliki kekayaan sumber daya alamnya masing-masing, seperti provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bangka Belitung merupakan provinsi yang sangat strategis letaknya. Terletak diantara dua selat, yaitu selat Bangka dan selat Karimata. Tidak memiliki gunung yang aktif maupun yang tidak aktif dan pulaunya dikelilingi oleh perbukitan dan pantai. Hal ini membuat Bangka Belitung termasuk daerah yang paling aman di Indonesia. Tidak pernah terkena bencana seperti banjir, gempa, dan lain-lain. Indonesia termasuk negara penghasil timah terbesar di dunia. Hal ini membuat provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjadi perhatian dunia karena sektor tambangnya. Ditambah lagi dengan hasil perkebunannya, salah satunya adalah lada. Lada Bangka Belitung sangat terkenal di pasar dunia. Bagi negara-negara di daerah eropa, lada sangat dibutuhkan sebagai penghangat tubuh karena setiap tahunnya daerah mereka mengalami musim dingin dan salju. Oleh karena itu, Indonesia juga termasuk negara pengekspor lada terbesar di dunia. Tidak hanya itu, Bangka Belitung juga memiliki banyak pantai dan daerah wisata lainnya. Sehingga salah satu sumber penghasilan utamanya adalah sektor wisata. Dari sektor perikanan, Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan yang melimpah akan hasil lautnya. Dari sektor sosial, seni, dan budaya, Bangka Belitung dikenal akan sifat gotong royong, kesenian Gambus dan batik cual serta adat nganggung untuk peringatan-peringatan hari besar seperti Maulid Nabi. Pertumbuhan ekonomi daerahnya juga sangat pesat, sehingga tidak mengherakan jika banyak penduduk dari luar pulau Bangka Belitung yang transmigrasi ke Bangka Belitung untuk memperbaiki keadaan ekonomi mereka.
Namun, saat ini perekonomian Bangka Belitung sedang terpuruk karena pengaruh dari sektor tambang dan pertaniannya. Kondisi pertambangan di Bangka Belitung kembali terpukul akibat harga jual logam timah yang rendah dan lapangan usaha pertanian yang biasanya menjadi penyeimbang perekonomian berkurang, kondisinya pun tidak jauh berbeda karena harga jual hasil pertanian yaitu CPO dan karet mengalami penurunan, berdampak pada melemahnya hampir seluruh lapangan usaha. Saat ini, timah di Bangka Belitung sudah hampir habis. Timah merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Oleh karena itu, kita tidak dapat bergantung selamanya dengan timah. Kita harus beralih sedini mungkin dari sektor tambang ke sektor lainnya agar penghasilan utama Bangka Belitung tetap ada. Jika dibiarkan, maka akan berpengaruh terhadap sektor-sektor lainnya, terutama sektor perekonomian. Saat ini, perekonomian Bangka Belitung sudah mulai melemah bahkan hampir tertidur. Pasar tradisonal dan swalayan mulai sepi. Perusahaan-perusahaan dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) mulai berkurang pendapatannya bahkan berisiko merugi. Penduduk setempat banyak yang mengeluh karena kecilnya pendapatan mereka saat ini. Contohnya sekarang ini, keluhan dari pedagang martabak manis di jalan Sungai Selan, Pangkalpinang yang mengatakan akhir-akhir ini dagangannya sangat sepi. Biasanya bisa menjual 50 kotak dalam sehari dengan menghabiskan 5 kg adonan gandum, tapi saat ini yang terjual hanya sedikit. Dari 5 kg adonan gandum yang biasanya disiapkan tidak habis sama sekali dan hal ini dapat menyebabkan kerugian yang berisiko gulung tikar. Jika semua masalah ini tidak segera di tanggapi oleh pemerintah provinsi kepulauan Bangka Belitung, kemungkinan Bangka Belitung akan menjadi sasaran empuk bagi pelaku ekonomi Negara ASEAN lainnya. Karena beberapa bulan ke depan Indonesia akan menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Walaupun belum pasti akan sampai ke Bangka Belitung beberapa bulan atau beberapa tahun lagi.
            Dalam persiapan mengadapi MEA, Bangka Belitung hanya akan ditawarkan oleh dua pilihan saja. Apakah akan berperan sebagai pemain atau penonton. Melihat prospek yang dimiliki oleh Bangka Belitung ke depannya, provinsi ini memiliki potensi sumber daya alam yang sangat banyak. Pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam yang baik akan mempertahankan sumber penghasilan utama provinsi ini. Dan juga, secara tidak langsung kita telah menjaga dan melestarikan tempat tinggal kita. Adanya perlindungan dan penguatan terhadap UMKM  juga akan membantu untuk menunjang perekonomian Bangka Belitung. Hal ini perlu dilakukan karena UMKM mampu menyerap tenaga kerja yang begitu banyak. Pada tahun 2014, terdapat 23.876 UMKM di Kota Pangkalpinang yang dapat menyerap 58.487 tenaga kerja. Belum lagi ditambah dengan daerah-daerah lainnya, seperti Muntok, Belinyu, Koba, dan Toboali. Ditambah lagi dengan sektor wisatanya, pantai-pantai yang ada di Bangka Belitung tidak kalah saingnya dengan pantai-pantai yang ada di Bali. Saat ini, pengembangan sektor wisata juga menjadi konsentrasi pemerintah Bangka Belitung. Hal ini bertujuan untuk menambah pendapatan daerah guna pembangunan daerah kedepannya. Sebaliknya, jika kita hanya berperan sebagai penonton saja, maka tidak menutup kemungkinan bahwa perekonomian Bangka Belitung akan diserang habis-habisan pada era MEA mendatang. Pendapatan penduduk setempat akan terancam berkurang oleh persaingan dengan masyarakat ASEAN lainnya. Contoh sederhananya saja, saat ini kegiatan perdagangan di kawasan alun-alun taman merdeka banyak dikuasai oleh orang jawa, padang, madura, dan sebagainya. Sedikit sekali orang Bangka Belitung yang menjadi pelaku ekonomi di sana. Jika dengan sesama saudara yang masih satu negara saja tidak bisa bersaing, bagaimana MEA nantinya yang akan menghadapi banyak orang asing untuk berdagang di Bangka Belitung.  Jika perekonomian Bangka Belitung sampai berhasil dikuasai oleh masyarakat asing, maka dapat diperkirakan provinsi yang aman dan damai ini nantinya akan menjadi cabang pasar tunggal di Indonesia. Bangka Belitung akan semakin jauh dari kemakmuran dan kesejahteraan karena masyarakatnya tidak lagi sejahtera. Tidak akan ada lagi hutan belantara termasuk fauna di dalamnya. Yang terlihat hanyalah rumah-rumah mewah, gedung-gedung bertingkat, pabrik, dan kawasan pergudangan, sehingga bisa saja Bangka Belitung akan menjadi seperti provinsi Batam nantinya.
            Batam merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang sangat dekat sekali dengan Singapura dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Memiliki jumlah penduduk dan bangunan yang sangat padat. Sehingga tidak mengherankan jika Batam menjadi pusat perdagangan bagi negara-negara jiran untuk mengimpor barangnya ke Indonesia. Meskipun Batam juga termasuk daerah yang pertumbuhan ekonominya sangat pesat, namun provinsi ini tidak aman lagi dan sangat tinggi sekali angka kriminalitasnya. Pada tahun 2014 angka kriminalitas di Batam mencapai 3.526 kasus. Oleh karena itu, sering sekali terjadi kasus kejahatan seperti perdagangan barang ilegal, pengeludupan narkoba, human traficking, dan sebagainya. Semua hal tersebut mungkin akan terjadi juga di Bangka Belitung, jika pemerintah dan masyarakat setempat tidak bersinergi untuk bersama-sama membangun dan menjaga daerah ini. Saat ini saja keadaan geografis di Bangka belitung sangat parah sekali. Hal ini karena kegiatan penambangan timah yang menyisakan daratan yang berlubang yang membentuk seperti danau. Apalagi ditambah dengan jumlah penduduknya yang semakin padat sehingga menunjang pembangunan yang tidak merata. Saat ini saja jumlah penduduk di Bangka Belitung telah mencapai 1.372.813 jiwa.  Jika Batam tidak memungkinkan lagi menjadi tempat untuk menyimpan barang atau kawasan pergudangan bagi pelaku ekonomi di Indonesia dan negara-negara asing lainnya, maka tidak menutup kemungkinan mereka yang demikian akan pindah ke Bangka Belitung dan memanfaatkan provinsi ini sebagai kawasan pergudangan selanjutnya.
Sebelum semua itu terjadi, diperlukan kebijakan dan peran dari pemerintah, instansi atau lembaga, dan seluruh masyarakat di Bangka Belitung untuk menjaga dan menstabilkan keadaan daerah ini. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan daerah ini dari keterpurukan. Pertama, pengelolaan bekas galian timah menjadi kawasan tambak ikan air tawar atau dijadikan kawasan perkebunan jagung. Hal ini sejalan dengan apa yang diprogramkan oleh pemerintah Indonesia saat ini, yaitu program swasembada bahan pangan seperti beras, kedelai, dan jagung. Upaya ini dilakukan untuk mencegah kebiasaan kita yang selalu bergantungan terhadap impor bahan pangan. Kedua, pengembangan dan perlindungan UMKM agar bisa mendominasi di kalangan masyarakat Bangka Belitung. Ketiga, Menggalahkan gerakan berwirausaha untuk satu keluarga satu usaha. Agar mental semua masyarakat untuk berwirausaha bisa terbentuk sehingga siap untuk bersaing, baik itu dengan orang pribumi maupun dengan orang pendatang. Keempat, Meningkatkan kegiatan ekspor produk daerah agar dapat memberikan surplus yang besar untuk negara ini. Sehingga produk kita dapat terbiasa bersaing dengan produk asing. Sebelum itu, kita semua harus merubah pola pikir kita dahulu dari yang sebelumnya konsumtif menjadi produktif. Agar kita tidak terus bergantung dengan produk impor. Kelima, Memperketat pertahanan dan keamanan daerah ini melalui kerjasama dengan aparat TNI serta menstabilkan kegiatan politik saat ini. Keenam, Mengutamakan dan memanfaatkan SDM di daerah sendiri daripada SDM di daerah luar, agar perusahaan-perusahaan di Bangka Belitung tidak sepenuhnya dikuasai oleh orang-orang asing. Ketujuh, Menolak gaya hidup dan kebudayaan masyarakat asing yang berpotensi untuk merusak moral masyarakat pribumi. Kalaupun kita ingin menerimanya, kita harus menyaringnya terlebih dahulu. Jangan diterima langsung dengan begitu saja. Kedelapan, Sebagai mahasiswa atau pun sarjana, diharuskan untuk memiliki jiwa wirausaha didalam dirinya. Tidak harus yang membidangi ekonomi, tetapi yang membidangi ilmu lainnya juga turut berperan untuk membangun perekonomian daerah ini. Hal ini dapat dimulai dari merubah pola pikir yang sebelumnya berniat untuk melamar kerja menjadi membuka lapangan pekerjaan untuk orang lain. Agar jumlah pengangguran di Bangka Belitung bisa berkurang. Karena pada dasarnya manusia itu adalah pelaku ekonomi, sebab hidup ini tidak terlepas dari ekonomi. Mulai dari dilahirkan sampai menuju liang lahat, kita selalu dikaitkan dengan ekonomi. Jadi, untuk menyelamatkan provinsi ini dari keterpurukan dan tidak menjadi bernasib sama dengan provinsi Batam nantinya, diperlukan kesadaran  dan tindakan yang penuh dari masyarakatnya dulu. Sebab suatu daerah tidak akan maju, jika masyarakatnya sendiri tidak ingin maju. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama membangun provinsi Kepulauan Bangka Belitung menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN yang penuh dengan harapan. Harapan untuk mensejahterakan daerah ini pada khususnya dan negara ASEAN pada umumnya. Karena apabila dikerjakan bersama-sama akan terasa lebih ringan. Semoga apa yang disampaikan dapat menjadi motivasi bagi kita semua untuk memacu diri menuju perubahan yang besar bagi provinsi Kepulauan Bangka Belitung.